Arti Sebuah Kesulitan

Mungkin kita pernah mengalami kesulitan dan menghadapi kenyataan hidup yang pahit. Jangan pernah menyalahkan siapa pun atas sesuatu hal buruk yang mungkin menimpa kita. Setiap kesulitan sebenarnya membawa kita menjadi lebih baik. Kesulitan itu sebenarnya datang untuk membuat kita lebih kuat dan tegar di masa mendatang.

Sebagian besar orang merasa tak berdaya jika hal tersebut terjadi. Mereka menyalahkan hidup yang sungguh tidak adil. Mereka menganggap kesulitan sebagai sebuah bencana besar yang harus dihindari.

Ingatlah, kita tidak akan pernah diberikan kesulitan yang lebih besar daripada kemampuan diri kita untuk menyelesaikannya. Kita adalah sosok yang lebih besar dari kesulitan itu sendiri. Kesulitan sebenarnya tidak akan membuat kita mengerut melainkan mengembang dalam arti bertumbuh lebih baik.

Sambutlah setiap kesulitan dengan jiwa yang besar, dan jika suatu saat kita telah sukses dan berhasil, maka kita pasti akan berterima kasih terhadap setiap kesulitan yang pernah Anda alami dan akan bersyukur bahwa Anda telah diperkuat oleh kesulitan itu.

Sebelum Kita Mengeluh

1. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.

2. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

3. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.

4. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

5. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Allah untuk diberikan teman hidup.

6. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

7. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

8. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

9. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

10. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

11. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

Semangkuk Bakso dari Andrie Wongso

Artikel ini saya peroleh dari situs http://www.pembelajar.com yang ditulis oleh motivator terkenal Andrie Wongso.

Dikisahkan, biasanya di hari ulang tahun Putri, ibu pasti sibuk di dapur memasak dan menghidangkan makanan kesukaannya. Tepat saat yang ditunggu, betapa kecewa hati si Putri, meja makan kosong, tidak tampak sedikit pun bayangan makanan kesukaannya tersedia di sana. Putri kesal, marah, dan jengkel.

“Huh, ibu sudah tidak sayang lagi padaku. Sudah tidak ingat hari ulang tahun anaknya sendiri, sungguh keterlaluan,” gerutunya dalam hati. “Ini semua pasti gara-gara adinda sakit semalam sehingga ibu lupa pada ulang tahun dan makanan kesukaanku. Dasar anak manja!”

Ditunggu sampai siang, tampaknya orang serumah tidak peduli lagi kepadanya. Tidak ada yang memberi selamat, ciuman, atau mungkin memberi kado untuknya.

Dengan perasaan marah dan sedih, Putri pergi meninggalkan rumah begitu saja. Perut kosong dan pikiran yang dipenuhi kejengkelan membuatnya berjalan sembarangan. Saat melewati sebuah gerobak penjual bakso dan mencium aroma nikmat, tiba-tiba Putri sadar, betapa lapar perutnya! Dia menatap nanar kepulan asap di atas semangkuk bakso.

“Mau beli bakso, neng? Duduk saja di dalam,” sapa si tukang bakso.

“Mau, bang. Tapi saya tidak punya uang,” jawabnya tersipu malu.

“Bagaimana kalau hari ini abang traktir kamu? Duduklah, abang siapin mi bakso yang super enak.”
Putri pun segera duduk di dalam.

Tiba-tiba, dia tidak kuasa menahan air matanya, “Lho, kenapa menangis, neng?” tanya si abang.

“Saya jadi ingat ibu saya, nang. Sebenarnya… hari ini ulang tahun saya. Malah abang, yang tidak saya kenal, yang memberi saya makan. Ibuku sendiri tidak ingat hari ulang tahunku apalagi memberi makanan kesukaanku. Saya sedih dan kecewa, bang.”

“Neng cantik, abang yang baru sekali aja memberi makanan bisa bikin neng terharu sampai nangis. Lha, padahal ibu dan bapak neng, yang ngasih makan tiap hari, dari neng bayi sampai segede ini, apa neng pernah terharu begini? Jangan ngeremehin orangtua sendiri neng, ntar nyesel lho.”

Putri seketika tersadar, “Kenapa aku tidak pernah berpikir seperti itu?”

Setelah menghabiskan makanan dan berucap banyak terima kasih, Putri bergegas pergi. Setiba di rumah, ibunya menyambut dengan pelukan hangat, wajah cemas sekaligus lega,

“Putri, dari mana kamu seharian ini, ibu tidak tahu harus mencari kamu ke mana. Putri, selamat ulang tahun ya. Ibu telah membuat semua makanan kesukaan Putri. Putri pasti lapar kan? Ayo nikmati semua itu.”

“Ibu, maafkan Putri, Bu,” Putri pun menangis dan menyesal di pelukan ibunya. Dan yang membuat Putri semakin menyesal, ternyata di dalam rumah hadir pula sahabat-sahabat baik dan paman serta bibinya. Ternyata ibu Putri membuatkan pesta kejutan untuk putri kesayangannya.

Teman-teman yang luar biasa,

Saat kita mendapat pertolongan atau menerima pemberian sekecil apapun dari orang lain, sering kali kita begitu senang dan selalu berterima kasih. Sayangnya, kadang kasih dan kepedulian tanpa syarat yang diberikan oleh orangtua dan saudara tidak tampak di mata kita. Seolah menjadi kewajiban orangtua untuk selalu berada di posisi siap membantu, kapan pun.

Bahkan, jika hal itu tidak terpenuhi, segera kita memvonis, yang tidak sayanglah, yang tidak mengerti anak sendirilah, atau dilanda perasaan sedih, marah, dan kecewa yang hanya merugikan diri sendiri.
Maka untuk itu, kita butuh untuk belajar dan belajar mengendalikan diri, agar kita mampu hidup secara harmonis dengan keluarga, orangtua, saudara, dan dengan masyarakat lainnya.

Demikian dari saya Andrie Wongso
Action & Wisdom Motivation Training
Success is My Right, Sukses adalah Hak Saya
Salam sukses luar biasa!!

Tes Inggris dengan penuh rasa sebal

Hari itu jumat tanggal 3 Juli, saya mengikuti psikotes + tes inggris seleksi suatu perusahaan. Tes di mulai pukul 9 lebih dikit, saya kira tes bakal dilaksanakan hanya 2 jam (seperti psikotes oil companny) oleh karena itu saya gak sarapan pagi, eh lah dalah … ternyata  tesnya selesai jam 16.00. Tesnya semacam tes psikologi waktu saya pertama kali masuk kuliah…capek bangeet. Saya gak permasalahkan psikotesnya, tapi tes yang setelah itu, yaitu tes inggris yang diprakarsai oleh lembaga bahasa inggris yang terkenal (gak saya sebutkan bisa repot saya nanti kayak kasus Bu Prita hehehe). Tes itu dimulai pukul 14.15. Karena psikotesnya selesainya jam segitu, para peserta tes yang kecapekan baik pikiran maupun badan meminta ijin untuk shalat ashar pada 2 orang pengawas, tapi salah satu pengawas berfikir sejenak, kemudian ia mengatakan yang intinya dia tidak memberikan ijin untuk shalat, bahkan dia berpendapat kalau kita boleh menjamak shalat maghrib dengan isya dalam kondisi seperti ini meski tidak ada hadist dan ini ada pendapat islam syiah. Mendengar itu saya langsung jengkel+naik pitam … dalam hati saya kita kan belum shalat ashar, ngapain ngomong tentang shalat jamak maghrib-isya segala dan yang lebih membuat saya marah pake bawa2 syiah lagi. Iya loe yang syiah, kita ini hidup di indonesia bung mayarakat islam adalah sunni yang shalatnya sehari 5 kali. Perlu teman-teman ketahui bahwa orang-orang syiah sehari shalat 3 kali (shubuh, dzuhur+ashar, maghrib+isya)  klo gak percaya kunjungi aja nergara Iran. Akhirnya salah satu dari peserta tes mengundurkan diri tidak mengikuti tes dan yang lainnya (termasuk saya) memilih mengikuti tes tersebut. Sesi pertama tes tersebut listening, di tengah-tengah tes tiba-tiba ada seorang peserta tes lagi yang mengundurkan diri keluar ruangan.  Sebenarnya dalam pikiran saya juga ingin meninggalkan tes tersebut setelah sesi listening. Tapi beberapa saat kemudian salah satu pengawas yang satunya (yang baik hehehe) merasa tidak enak dan memberikan ijin untuk istirahat shalat ashar setelah sesi listening… Alhamdulillah. Jujur aja selama listening saya tidak konsen + rasa jengkel yang amat terhadap pengawas yang aneh tersebut. Akhirnya tes selesai setengah 7 malam … alhamdulillah dan ada rasa terimakasi juga ke 2 peserta yang meninggalkan tes, klo mereka gak keluar, kita tidak bisa shalat ashar… Qadarullah

Saya gak peduli apakah saya lolos tes itu apa gak, yang penting jangan sampe kejadian itu terulang lagi hehe

Keajaiban Angka 1089

Tulisan ini mengacu pada buku yang barusan saya baca, yang berjudul “Math Wonders” karangan Profesor Matematik dari City University of New York, Alfred S. Posamentier. Dalam buku tersebut, ada salah satu sub-bab yang menjelaskan mengenai keajaiban angka 1089. Pengen tau keajaiban 1089 ???

  1. Coba pilihlah 3 digit angka sembarang, terserah mau pilih angka berapa saja sebanyak 3 digit, dengan syarat digit ratusan harus berbeda dengan digit satuan –> Misalnya 3 angka yang dipilih : 123
  2. Kemudian balik urutan angka yang dipilih, digit ratusan menjadi digit satuan dan kebalikannya digit satuan jadi digit ratusan –> 123 dibalik menjadi 321
  3. Kurangkan kedua angka tersebut, yang besar dikurangi yang kecil –> 321 dikurangi 123 = 198
  4. Kemudian balik lagi urutan angka dari hasil pengurangan tersebut –> 198 menjadi 891
  5. Langkah terakhir menambahkan angka terakhir yang dibalik rutannya  dengan angka hasil pengurangan –> 198 ditambah 891 = 1089 !!!

Selamat mencoba dengan angka sembarang yang anda sukai, tapi ingat ketentuanya : angka pada digit ratusan harus berbeda dengan angka pada digit satuan. ^_^

Lama euy teu nge-Blog

Ga tau kenapa tidak ada semangat untuk mengisi Blog-ku ini

Harusnya aku bisa meluangkan waktu untuk nulis, meskipun banyak kerjaan yang harus diselesaikan

Semangat, harus mau nulis, untuk melatih skill menulis

Ganbatee

H1

Alhamdulillah Alloh ta’ala telah mempertemukanku lagi dengan bulan yang penuh dengan rahmat dan ampunan ini. Bulan untuk berlatih dan memperbaiki diri sebagai bekal untuk menghadapi bulan-bulan berikutnya. Semoga bulan Ramadhan tahun ini bisa lebih baik dari bulan Ramadhan yang kemaren. Bulan Ramadhan kemaren merupakan bulan Ramadhan yang tidak seperti aku harapkan. Keinginan untuk totalitas di bulan Ramadhan terganggu oleh kesibukan duniawi dan masalah-masalah yang gak jelas. Waktu itu sebulan aku disibukkan dengan tugas perancangan yang meskipun 3 sks tapi serasa 10 sks fiiiuuuh. Yang berlalu biarlah berlalu, semoga bulan Ramadhan tahun ini bisa lebih baik dari bulan Ramadhan tahun kemaren. Meskipun bulan Ramadhan kali ini masih sibuk dengan TA yang belum jelas ujung pangkalnya he..he..

Hari ini puasa pertama, seperti biasa masjid-masjid pada penuh semua dan orang-orang pada semangat untuk beribadah. Dan seperti biasa pula semangat di awal tapi loyo dipertengahan. Semangatnya cuman di awal dan di akhir bulan ketika mau lebaran he..he…
Ketika menginjak seminggu kedua pasti shaf-shaf di masjid semakin maju semua, bertahap majunya hingga cuman ada satu shaf aja he…he…

Seharian waktuku aku habiskan di kampus, mulai dari jam 9 sampe setengah 10 malem. Buka bersama teman satu Lab di simpang Dago, menikmati sop buah yang sueeeegeeer. Sebenarnya pengennya makan berat sih, tapi berhubung simpang rame dan banyak warung tenda makan yang udah penuh, ya terpaksa buka dengan sop buah aja. Shalat Tarawih keduaku di Salman karna cuman masjid itu yang deket dengan lab. Waktu acara ceramah aku keluar cari makan, abisnya lapeeer sih he..he…Berhubung ceramah di Salman lumayan lama jadi bisa digunakan buat makan, tapi abis makan tetep balik ke masjid buat shalat tarawuh. Lagian ceramah sebelum shalat tarawih gak ada sunnahnya kan? he..he…Abis dari Salman balik ke lab, nylesein kerjaan bentar trus pulang ke kos. Nyapenya di kos masak nasi buat sahur dan bisa mulai tidur jam setengah 11….. fiiiuuuuhhh